Biaya Borongan

Selain bahan bangunan, tukang bangunan juga harus diperhatikan, jangan sampai kita menunjuk orang yang salah. Kita harus tahu track record orang yang akan mengerjakan proyek kita. Jangan pernah menyuruh tukang becak untuk mengerjakan proses pengerjaan, dijamin hasilnya tidak akan memuaskan. Pengerjaan sebaiknya dilakukan secara harian meskipun agak mahal ongkos bayarnya. Pasalnya pekerjaan borongan memicu pekerja bangunan untuk mengerjakan dengan cepat dan asal-asalan. Harus ada orang terpercaya yang mengawasi proses pengerjaan, kalau tidak ada sistem harian akan menggerogoti kantong kita. Tukang bangunan akan cenderung memperlama pengerjaan sehingga uang yang kita keluarkan menjadi lebih banyak. Satu lagi tips paling penting adalah membuat perjanjian sebelum memulai pekerjaan, jangan membayar lunas di depan, misalkan kita memakai sistem harian, kita banyar dia per minggu dan pembayarannya 80% aja yang 20% sebagai jaminan, setelah pengerjaan selesai baru kita bayar akumulasi pembayaran yang 20% tadi + uang tambahan kalau punya rejeki lebih. Berdasar pengalaman dai temen-temen saya, sebagian besar ada tukang yang agak nakal yang mengesampingkan perkerjaan kita kalau ada pekerjaan di tempat baru sehingga pekerjaan kita jadi terbengkalai dan luuuuuuama banget kelarnya kalau kita bayar lunas 100%.

Untung rugi sistem harian dibanding borongan:

Keuntungan sistem harian:

  • Pekerjaan hasilnya akan sesuai keinginan kita
  • Pengeluaran pembelian material bangunan akan terkontrol

Kerugian sistem harian:

  • Kita akan capek banget, he he. Anggep aja kita lagi jadi kontraktor bangunan baru

Keuntungan sistem borongan:

  • Tidak pusing, soalnya udah ada yang megang
  • Relatif cepat pengerjaannya

Kerugian sistem borongan:

  • Kualitas bangunan??????? yah pasti bisa nebak lah, hehe, lagi pula mereka umunya tidak menerima garansi
  • Peluang untuk memanipulasi anggaran material besar sekali
  • Bisa bikin pemborong akan cepet kaya

Hah, capek juga nulis artkel ini. mohon komentarnya ya….

Artikel terkait:

  1. Cara pengecoran/penyemenan klik disini
  2. Kesalahan-kesalahan pencampuran semen klik disini



    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: