Nyemen halaman:Cara nyemen

Untuk mengukur kekuatan beton tidak hanya tergantung oleh campuran semen pasir, tetapi yang paling penting adalah campuran antara semen dan air. Sebagai analoginya, pasir dan split/batu pecah adalah material yang akan diikat oleh adukan semen + air, sehingga kekuatan beton sangat ditentukan kekuatan pengikatnya. Untuk membuat campuran K225 misalnya rasio perbandingan semen ; air adalah 1 ; 0.54 sedangkan agregat yang ditambahkan misalnya 2 pasir dan 3 split atau 1.5 pasir dan 2.5 split.
Makin rendah rasio semen air, makin kuat mutu beton yang dihasilkan, campuran akan semakin KENTAL dan semakin sulit untuk mengaplikasikannya.
Untuk mengukur kekentalan (sebagai acuan kekuatan campuran) dilakukan slump test. Karena kita di daerah panas, biasanya campuran sedikit basah dengan slump antara 10 – 15 cm untuk memudahkan aplikasi dan mencegah dehidrasi beton akibat penguapan yang cepat. Untuk meningkatkan kekuatan (kadar slump) dapat dilakukan dengan cara menambahkan 3% semen atau mengurangi material pasir dan split sebesar 3% maka slump akan turun sebesar 2,5Cm.
Sebagai gambaran yang bisa dijadikan acuan untuk menghasilkan 1M3 beton mutu K225 (kuat tekan 225 Kg/Cm) dengan perbandingan air, semen, pasir, split adalah sbg berikut :
160 ltr, 262 kg semen, 742 kg pasir, 1260 split.
Untuk aplikasi, dengan bahasa tukang campuran beton K225 1 ; 1.5 ; 2.5 dengan volume air 1/2 dari semen.
Untuk mendapatkan campuran yang homogen, ada baiknya menggunakan molen karena mencampur secara manual ada kemungkikan campuran tidak rata dan sangat beresiko utk kekuatan beton.
Untuk pertanyaan nomor 2, dinding rumah yang paling ekonomis tentunya dengan memilih material yang murah dan pengerjaannya gampang, batako misalnya. Pada dasarnya dinding rumah tidak mempengaruhi kekuatan struktur secara signifikan.

Contoh Perhitungan Kebutuhan Semen Pada Beton Setara K 225

Jenis beton setara K225 dapat menggunakan perbandingan volume 1 semen : 2 pasir : 3 agregat kasar : 0,5 air
Berat jenis bahan:

• Semen : 3100 kg/m3
• Pasir : 2600 kg/m3
• Agregat kasar : 2600 kg/m3
• Air : 1000 kg/m3
Berat jenis beton segar : 2325 kg/m3 (berat jenis rata-rata bahan)
Volume tiap bahan per 1m3 beton:

• Semen : 1 / 6,5 = 0,15 m3
• Pasir : 2 / 6,5 = 0,31 m3
• Agregat kasar : 3 / 6,5 = 0,46 m3
• Air : 0,5 / 6,5 = 0,08 m3
Berat tiap bahan yang dibutuhkan per 1 m3 beton:
• Semen : 0,15 m3 x 2325 kg/m3 (berat jenis beton segar) = 358 kg
• Pasir : 0,31 m3 x 2325 kg/m3 (berat jenis beton segar) = 715 kg
• Agregat kasar : 0,46 m3 x 2325 kg/m3 (berat jenis beton segar) = 1073 kg
• Air : 0,08 m3 x 2325 kg/m3 (berat jenis beton segar) = 179 kg

“Saya nyemen halaman pakai aturan seperti disebut di atas, yah hasilnya lumayan (baru 4 bulanan sih), kayaknya sih kuat, he he.”

Jangan sampai ngelakuin kesalahan ya (kalo bisa), ntar tembok/cor-coran bisa retak dan sebagainya. Coba lihat disini untuk tehindar dari kesalahan-kesalahan. Pada artikel ini disebutkan 6 kesalahan yang sering terjadi saat pembuatan beton/cor-coran/tembok (yang berhubungan dengan semen). Untuk cara pengerjaan dan update harga material klik disini.

sumber: http://www.indocementawards.com




    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s



Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: